Gunungsitoli, 11 Februari 2026 – Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., menerima audiensi dari Balai Karantina Indonesia bersama Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara. Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan serta Inspektur Kota Gunungsitoli. Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Gunungsitoli, Rabu (11/02/2026).

Audiensi ini dilaksanakan dalam rangka membahas upaya penguatan peran karantina sebagai garda terdepan dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina, hama dan penyakit ikan karantina, organisme pengganggu tumbuhan karantina, serta penyakit zoonosis melalui lalu lintas komoditas pertanian, perikanan, peternakan, dan pangan di wilayah Kepulauan Nias, khususnya Kota Gunungsitoli.

Dalam pemaparannya, pihak Balai Karantina Indonesia menyampaikan bahwa secara geografis Kepulauan Nias merupakan wilayah kepulauan dengan tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap risiko masuknya hama dan penyakit. Mobilitas orang dan barang antarwilayah yang terus meningkat menjadi tantangan tersendiri sehingga diperlukan pengawasan yang optimal serta sinergi lintas sektor guna menjaga ketahanan pangan, kesehatan hewan, dan kesehatan masyarakat.

Lebih lanjut, dibahas pula berbagai tantangan di lapangan, termasuk pengawasan lalu lintas komoditas pertanian dan perikanan, serta perlunya kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Gunungsitoli dan jajaran karantina dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat koordinasi pengawasan, serta mendukung langkah-langkah pencegahan dan pengendalian secara terpadu.

Wali Kota Gunungsitoli menyambut baik audiensi tersebut dan menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk mendukung upaya perlindungan sumber daya hayati serta menjaga Pulau Nias tetap aman dari ancaman hama dan penyakit. Pemerintah Kota juga mendorong penguatan koordinasi antarperangkat daerah terkait guna memastikan kebijakan dan langkah pengawasan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Kota Gunungsitoli dan Balai Karantina Indonesia dalam menjaga stabilitas sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian penting dari ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here