Gunungsitoli, (09/03/2026) – Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Martinus Lase, S.H., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah (High Level Meeting TPID & TP2DD) Kota Gunungsitoli Tahun 2026 yang dilaksanakan di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Senin (09/03/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, para Staf Ahli, para Asisten, kepala Perangkat Daerah, serta para Camat se-Kota Gunungsitoli.

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa pengendalian inflasi di Kota Gunungsitoli selama ini telah berjalan dengan baik melalui koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, serta berbagai instansi vertikal terkait. Berbagai kebijakan dan program yang mendukung upaya pengendalian inflasi terus dilaksanakan oleh perangkat daerah, namun ke depan hal tersebut perlu terus ditingkatkan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kota Gunungsitoli sebagai salah satu kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Sumatera Utara dalam beberapa waktu terakhir mengalami tingkat inflasi year on year (y-on-y) yang cukup tinggi, yakni sebesar 10,84 persen pada Desember 2025, 8,68 persen pada Januari 2026, dan 7,75 persen pada Februari 2026. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Hari Raya Idul Fitri pada bulan Maret, yang umumnya diikuti dengan peningkatan permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok.

“Oleh karena itu, TPID Kota Gunungsitoli bersama instansi vertikal terkait harus mampu bersinergi dan mengambil langkah-langkah strategis untuk mengendalikan laju atau tekanan inflasi di Kota Gunungsitoli,” ujar Wakil Wali Kota.

Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam menjaga kestabilan inflasi, setiap instansi perlu menjalankan fungsi dan perannya secara optimal. Koordinasi dan komunikasi antarinstansi juga harus berjalan dengan baik, sehingga kebijakan yang diambil dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Melalui forum Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) seperti yang dilaksanakan saat ini, diharapkan sinergitas dan kerja sama antarinstansi dapat semakin diperkuat dalam rangka mengendalikan inflasi daerah serta mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional yang telah ditetapkan.

Usai pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi dan pemaparan materi terkait kondisi serta strategi pengendalian inflasi daerah yang disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera; Kepala BPS Kota Gunungsitoli, Elijoi Naibaho, SST., M.Stat.; serta Kepala Cabang Perum Bulog Gunungsitoli, Mhd. Khoiruddin.

(Press Release No.059/PR-Diskominfo/2025 tanggal 09 Maret 2026)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here